Beredar Video Mayat Saddam Hussein Masih Utuh, Kenapa Itu Bisa Terjadi?

Baru-baru ini beredar video pembongkaran makam jenazah Saddam Hussein yang mati belasan tahun silam mayatnya masih utuh. Terlepas dari hoax atau tidaknya berita ini secara umum sebenarnya tubuh makhluk hidup akan hancur dalam proses dekomposisi oleh mikroorganisme atau dekomposer. Namun ada beberapa manusia yang kedapatan jasadnya masih utuh meski telah terkubur selama bertahun-tahun. Bagaimana hal itu dapat terjadi?


Ada yang menyebutkan bahwa jasad orang-orang sholeh itu terjaga utuh sampai hari kiamat nanti. Mereka mendapatkan keterangan dari Qur'an dan Hadist. Namun kita akan membahasnya dari sisi kesehatan dan sains. 

 

Mengapa Tubuh Manusia bisa hancur karena kematian? 

Saat manusia sudah tidak bernyawa maka sistem pernafasan manusia terhenti. Akibatnya tubuh tidak mendapatkan pasukan oksigen dari paru-paru. Namun titik kematian seseorang adalah ketika jantung berhenti berdetak sehingga sudah tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya organ-organ lain di tubuh berhenti bekerja.


Saat terjadi kematian, seluruh organ tubuh manusia akan berhenti bekerja. Termasuk organ otak. Setelah otak sudah mati suhu tubuh manusia akan turun sebanya 1,5 derajat celcius setiap jamnya sampai mencapai suhu ruangan. Pada saat itu terjadi, secara bersamaan darah mulai menggumpal akibat terhentinya sirkulasi darah. Dua hingga enam jam jam setelah kematian tubuh manusia mulai kaku. Pada tahap ini disebur dengan istilah Rigor Mortis. 


Ketika manusia telah meninggal dunia bukan berarti seluruh sel dalam tubuhnya mati. Sel-sel kulit dan organ pencernaan masih hidup sampai 24 jam setelah kematian. Tanpa asupan nutrisi, bakteri yang terdapat pada sistem pencernaan mulai menyebar ke seluruuh tubuh dan mengonsumsi sel-sel yang mati. Akibatnya tubuh manusia mengalami pembusukan dan hancur melebur dengan tanah. Bagian tubuh yang hancur pertama kali adalah sistem pencernaan yaitu bagian perut dan kemaluan. 

 

Lalu apa yang terjadi pada mereka yang jasadnya masih utuh?


Jika kita teliti lebih lanjut, manusia yang sudah meninggal bertahun-tahun namun jasadnya masih utuh itu tidak benar-benar utuh seperti saat masih hidup. Ada beberapa perubahan seperti warna kulit. Jadi sebenarnya proses pembusukan atau dekomposisi  tetap ada namun terhambat oleh beberapa faktor. Diantaranya pemberian balsem atau formalin pada mayat. Namun ada juga faktor diluar kesengajaan yang dapat menghambat proses pembusukan jasad manusia. 


Faktor-faktor tersebut seperti faktor tanah alkali yang menyebabkan tidak ada oksigen, bakteri, cacing panas, dan cahaya. Ketiadaan hal-hal tersebut akan menghambat proses pembusukan atau penguraian, sehingga jasad manusia dapat bertahan dalam waktu yang lama. 

 

Referensi :

dw.com
misterifaktadanfenomena.com