Fenomena Lucinta Luna, Pahami Transgender dan Operasi Kelamin dari Sisi Kesehatan

 

Transgender adalah orang yang merasa identitasnya tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Wanita transgender adalah orang yang terlahir berjenis kelamin laki-laki namun merasa bahwa dia itu wanita. Begitu juga pria transgender lahir secara fisik sebagai seorang wanita namun merasa bahwa dirinya itu pria. Lalu apakah hal ini dapat berpengaruh bagi orang tersebut?


Transgender lebih beresiko terkena gangguan mental karena konflik internal dalam dirinya tentang identitas gender. Kondisi ini semakin memburuk jika ada tekanan sosial dan diskriminasi masyarakat sekitar. Hal ini menyebabkan transgender tidak dapat melakukan aktivitas pekerjaan sebagaimana mestinya kebanyakan orang. Kecuali bidang-bidang tertentu yang membuat mereka lebih mudah diterima seperti salon, fashion, dan wirausaha mandiri.  Meski begitu mereka kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Lalu apakah transgender perlu melalukan transisi gender supaya lebih mudah diterima secara luas?


Perlukah Melakukan Transisi Gender?

Sebelum memutuskan untuk melakukan transisi gender baiknya Anda paham betul apa resikonya. Berikut 

Terapi hormon dalam jangka pancang beresiko munculnya jerawat, rambut rontok, bertambahnya berat badan, batu empedu. sleep apnea, hingga penggumpalan darah. Terapi hormon juga dapat mengurangi kesuburan bahkan sampai kemandulan. Selain itu operasi kelamin juga menimbulkan resiko tekanan darah tinggi, sakit jantung, tumor otak, dan kondisi berbahaya lainnya. 

Perlukah Operasi Kelamin ?

Sebelum dilakukan operasi baiknya konsultasi dulu dengan psikolog untuk membuktikan adanya gangguan identitas gender. 

Setelah itu mereka harus menjalani terapi hormon sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan. Untuk pria yang akan beralih ke wanita perlu menerima hormon estrogen. Untuk wanita yang mau beralih ke pria perlu menerima hormon testosteron. Umumnya terapi hormon dimulai satu tahun sebelum operasi. Jika dirasa cukup maka tidak perlu untuk melakukan operasi. 


Operasi kelamin dilakukan jika terapi hormon dirasa belum cukup. Maka perlu dilakukan prosedur penghilangan dan penambahan bagian tubuh. 


Pada pria yang ingin menjadi wanita maka akan dihilangkan penis dan testis serta oembentukan vagina, vulva, dan juga klitoris. Mereka akan ditanami implan payudara dan bedah plastik untuk membuat wajah menjadi lebih feminim. 


Pada wanita yang ingin menjadi pria maka akan dihilangkan kedua payudara, pengangkatan rahim, ovarium, dan tuba fallopi. Selain itu akan ada ompla penis, skrotum, dan testis.  

Baca juga : Haruskah Semua Waria Bercita-cita Operasi Kelamin Seperti Lucinta Luna?

Apa Resiko Penyakit Bagi Transgender?

Transgender lebih mudah terserang HIV. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 28% transgender wanita dinyatakan positif HIV. Selain itu ada beberapa faktior yang menyebabkan kurang terjaganya kesehatan bagi para transgender yaitu

1. Akses terhadap layanan kesehatan hanya melayani untuk laki-laki dan perempuan, bukan transgender

2. Terbatasnya Informasi tentang layanan kesehatan mental yang kompeten untuk mengurusi masalah transgender

3. Bertentangan dengan aturan dan keyakinan yang berlaku


Apakah transgender bisa disembuhkan? Simak pembahasan kami selanjutnya ya.. :)